Dalam bidang ilmiah, penulisan merupakan salah satu bagian penting bagi pengenalan dan pembelajaran ilmu-ilmu Ilmiah. Katakan saja untuk bidang studi fisika sebagai contoh. Jika Saja tulisan-tulisan bidang fisika ditulis hanya dalam format yang kaku, seperti makalah atau jurnal yang beredar diantara sesama fisikawan, dapat dipastikan perkembangan fisika itu sendiri akan tersendat atau mengecil menjadi hanya segelintir elit saja.
Dunia mengenal akan keberadaan seorang Albert Einstein, figur seperti Thomas Alfa Edison dan Michael Faraday, atau fisikawan kontemporer semacam Stephen Hawking kebanyakan bukanlah dari tulisan ilmiah mereka yang eksak dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang ahli dalam bidang ini. Namun, lebih dikarenakan tulisan mereka yang dapat dipahami baik oleh pembaca profesional maupun oleh pembaca awam.
Kenapa, misalnya, tulisan Stephen Hawking yang berjudul "A Brief History Of Time" beredar cukup luas dan dikenal bahkan diluar lingkup komunitas fisika dan eksakta. Salah satunya adalah karena tulisan ini tidak kaku, tidak semata-mata menulis seperti layaknya laporan praktikum yang monoton dan memiliki format baku. Tulisan ini beredar melalui esai, artikel lepas yang ada di media-media umum, namun tidak meninggalkan kekhasan bidang studinya.
Untuk itulah, maka kali ini akan diberikan beberapa tips yang ada dalam menghasilkan karya tulis ilmiah di media massa terutama di esai sebagai salah satu bentuk penulisan.
SERIUS dan PANJANG: orang mengganggap tulisan rubrik opini terlampau serius dan berat. Para penulis sendiri juga sering terjebak pada pandangan keliru bahwa makin sulit tulisan dibaca (makin teknis, makin panjang dan makin banyak jargon, khususnya jargon bahasa Inggris) makin tinggi nilainya, bahkan makin bergengsi. Keliru! Tulisan seperti itu takkan dibaca orang banyak.
KERING: banyak tulisan dalam rubrik opini cenderung kering, tidak “berjiwa”, karena penulis lagi-lagi punya pandangan keliru bahwa tulisan analisis haruslah bersifat dingin: obyektif, berjarak, anti-humor dan tanpa bumbu.
MENGGURUI: banyak tulisan opini terlalu menggurui (berpidato, berceramah, berkhotbah), sepertinya penulis adalah dewa yang paling tahu.
SEMPIT: tema spesifik umumnya ditulis oleh penulis yang ahli dalam bidangnya (mungkin seorang doktor dalam bidang yang bersangkutan). Tapi, seberapa pun pintarnya, seringkali para penulis ahli ini terlalu asik dengan bidangnya, terlalu banyak menggunakan istilah teknis, sehingga tidak mampu menarik pembaca lebih luas untuk menikmatinya.
to be continued....
Saya alumnus kampus FMIPA-Matematika Letting '93,
Saya setuju sekali dengan isi pendapat tersebut, karena yang saya lihat selama ini (apalagi dengan perkembangan dunia informasi sekarang) tidak bisa suatu bentuk wacana (apapun tanpa terkecuali) monoton dengan suatu format tertentu tapi harus lebih cenderung variatif dengan catatan tidak melenceng dari konsep-konsep ilmu itu sendiri. saya takut kalau dalam penulisan suatu makalah/tulisan terlampau kaku atau serius perkembangan dunia eksakta di indonesia dan aceh pada khususnya akan sedikit lambat.
Bravo tim Himafis !!!
Saya ingin meminta bantuan kepada rekan-rekan, untuk memberikan informasi tentang Departemen Matematika FMIPA UNSYIAH (homepage atau email)
Salam FMIPA.
Indra Gunawan
Email. gradien_58@yahoo.com